Image default
Bugar Nasional Pangan

Jokowi Soroti Bayi Diberi Kopi, Harusnya Penyuluh BKKBN Datang Bukan Polisi

Jokowi Soroti Bayi Diberi Kopi,

Harusnya Penyuluh BKKBN Datang Bukan Polisi

 

BIKINRILIS.COM —  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kisah bayi yang diberi asupan kopi dan kental manis oleh ibunya. Kisah yang viral ini mendapatkan perhatian Presiden yang menilai ada Lembaga yang seharusnya aktif memberikan penyuluhan.

Presiden mengungkapkan hal tersebut saat berbicara dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) dan Percepatan Penurunan Stunting tahun 2023 di Jakarta.

 

Baca Juga:

Ini Sebab Jokowi Sebut Erick Thohir Menteri Andalan

Dimata Jokowi, Erick Thohir Adalah Menteri Andalannya, Terungkap di Pekanbaru

Presiden Jokowi: Kepercayaan Pada Polisi Ambruk Gara – gara Kasus Ferdy Sambo

 

Bayi atau ibu hamil seharusnya diberi protesin, bisa telur atau ikan.  “Saya lihat kemarin ramai di media sosial, bayi baru usia 7 bulan, diberi kopi susu saset oleh ibunya. Itu karena yang ada di bayangan (sang ibu), disini adalah susu. Anaknya mau diberi susu. Hati – hati mengenai ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Jokowi menekankan, pentingnya penyuluhan. Itu mendesak karena menurut Ibu bayi tadi, kopi susu kemasan saset tersebut memiliki manfaat bagi bayinya.

“Padahal hati – hati bahwa anak, ginjal, jantung, lambung nya itu belum kuat. Sehingga yang say abaca, polisi menemui orang tua bayi. Tetapi seharusnya, mestinya kader Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), dan kader BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), yang datang ke sana (ke rumah bayi tersebut). Bukan Polri. Itu pasti karena reaksi dari Kapolri cepat, daripada Kader Posyandu atau BKKBN,” pungkas Jokowi.

 

Baca Juga:

Presiden Jokowi Ingatkan Lima Hal Ini Kepada Para Bos Polisi

Presiden Jokowi Melawan 80% Anggota Kabinet, Saat Putuskan Menolak Lockdown Diawal Pandemi

Jokowi Kejar Target Buka Food Estate, Gandeng BNI Biaya Program Taksi Alsintan

 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk ikut membantu program Pemerintah dalam rangka menurunkan angka stunting di seluruh Indonesia.

Sigit menegaskan, jajarannya khususnya para Kapolres di seluruh Indonesia harus turun langsung ke lapangan guna mengecek apabila ada orang tua dan anak yang membutuhkan tambahan gizi.

Apabila, di wilayahnya terdapat hal itu, Sigit menyebut, seluruh jajaran kepolisian harus turun untuk membantu menyalurkan kebutuhan gizi bagi anak maupun ibu yang sedang mengandung atau hamil. Tujuannya, agar terpenuhinya gizi yang baik. (*)

 

 

Related posts

Jamin Ketahanan Pangan, SI JAM PANG Beraksi

dadali

Indonesia Dihargai Dunia, Sebagai Negara dengan Sistem Ketahanan Pangan Tangguh

dadali

Universitas Pertahanan Buka Cabang Baru di NTT, Mahasiswanya disebut Kadet

dadali
Select your currency
USD Dolar Amerika Serikat (US)